Apresiasi merupakan perantara
untuk berbagi pengalaman antar penikmat dan seniman. Apresiasi
seni juga sama artinya dengan
menciptakan kembali karya seni
di alam pikiran dan perasaan
seorang penikmat karya seni
setelah ia mengamati suatu hasil dari sebuah karya seni. Mengapa
disebut menciptakan kembali?
Karena didalam pikiran penikmat
sudah ada rekaman-rekaman
pengalaman terhadap benda
karya seni yang sudah pernah diapresiasikannya, misalnya
patung, lukisan, dan sebagainya.
Kali ini saya akan membahasnya
lebih terperinci. A. Penilaian Karya Seni Rupa
Nusantara. Tujuan pokok penyelenggaraan
apresiasi karya seni secara
umum adalah menjadikan
masyarakat “peka seni” dengan dapat menerima, menikmati,
bahkan mengomentari sebuah
karya seni. Komentar terhadap
karya seni sering disebut dengan
istilah kritik seni. Perwujudan kritik dan penilaian
karya seni dalam betuk lisan
atau tulisan banyak
menggunakan pikiran (rasio)
agar penjelasan yang dilakukan
dapat dipahami. Akan tetapi, unsur perasaan pun tak dapat
dipisahkan. 1. Apresiasi seni rupa
secara umum. Nusantara terdiri atas
bermacam-macam suku bangsa
yang masing-masing memiliki
budaya yang khas. Karya seni
rupa dihargai karena kekayaan
ragam bentuknya maupun mutu keindahannya. Keanekaragaman jenis, teknik,
fungsi, dan makna karya seni
rupa nusantara ditentukan oleh
faktor manusia danbahan yang
tersedia di alam. Terdapat
sejumlah karya seni rupa yang terbuat dari bahan alami seperti
batu, tanah, kayu, dan lain-lain.
Ada pula dengan menggunakan
bahan buatan seperti logam dan
plastik. 2. Tahapan dalam proses
apresiasi seni. Kegiatan apresiasi seni yang
paling awal yaitu ketika seorang
pengamat berhadapan dengan
suatu karya seni dan melihat
karya seni tersebut. Tahap
kedua yakni upaya yang ia lakukan untuk memahami atau
menghayati karya seni rupa
yang diapresiasi. Dan tahap
ketiga yaitu tahapan penilaian
dan penghargaan berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu bagian dari apresiasi
seni adalah kritik seni. Kritik seni
adalah komentar atau ulasan
terhadap suatu karya seni. Pendekatan dalam kritik seni
bermacam-macam. Tahapan-
tahapannya ialah sebagai
berikut : a. Pemaparan, yaitu tahapan
menemukan, mencatat, segala
sesuatu yang dilihat apa adanya. b. uraian kebentukan formal,
yaitu tahapan menyusuri sebuah
karya seni. c. penafsiran makna, yaitu
meliputi tema yang digarap. d. penilaian, yaitu tahapan
meneetukan derajat suatu karya
seni bila dibandingkan dengan
karya sejenis. 3. Penilaian keunikan Karya
seni rupa nusantara. Keragaman karya seni rupa
nusantara harus dikenali dan
diidentifikasi terlebih dahulu, lalu
dapat memilih satu hingga dua
hasil yang menarik. Berikut ini contoh rekaptulasi
keragaman tema dan makna
karya seni rupa dua dan tiga
dimensi No.
Jenis karya
tema
Makna/simbol
1. Kerajinan batik
Jayasentana
Simbol sosial. Menak, sebutan
untuk keluarga istana. 2. Kerajinan wayang kulit
ksatria
Keberanian, ketangkasan,
kejujuran, dan tanggung jawab. No.
Jenis karya
Tema
makna/simbol
1. Kerajinan patung kayu
Petani
Keuletan dan perdamaian 2. Kerajinan keramik
Gajah
Pelindung 3. Kerajinan boneka lilin
Harimau
Penguasa rimba, keberanian, dan
kekuatan dibalik kelenturan 4. Kerajinan tulang
Sumpit berukir
Keindahan dan keserasian B.bentuk dan teknik karya
seni rupa terapan. Bentuk atau corak karya seni
rupa dalam materi pelajaran kali
ini dibedakan atas bentuk
figuratif (nyata) dan nonfiguratif
(tidak nyata). Selain itu, dapat
juga dibedakan atas : 1. bentuk abstak, yaitu
bentuk yang tidak nyata. 2. betuk geometris, yaitu
bentuk dengan
keteraturan. 3. bentuk stilasi, yaitu bentuk
dengan pengayaan. 4. bentuk fisual realistis,
bentuk yang sesuai dengan
aslinya. 1. Contoh deskripsi karya. a. kerajinan Nama : kerajinan tenun ikat NTT Motif hias : pohon-tengkorak Uraian : Motif hias ini bersumber dari
kepercayaan magis. Tengkorak
sering digunakan untuk mengusir
roh jahat. Dari kebiasaan ini,
mereka kemudian
menggunakannya sebagai hiasan pada benda lain. Bentuk : Corak motif hias tenunan ini
bersifat dekoratif, dengan
pengubahan bentuk manusia dan
tumbuhan. Manusia diwujudkan
dalam bentuk datar dengan
berdiri secara misterius. Tetapi juga dalam rangka motif hias
yang berirama. b. Wayang nama tokoh : kumbakarna. Uraian : kumbakarna adalah raksasa,
petinggi, dan adik raja rahwana
dari kerajaan alengkadiraja.
Kumbakarna dikenal berjiwa
ksatria dan pantang mundur
membela negara. Bentuk : Penampilan raksasa tampak dari
wajahnya yang seram serta
tubuh yang gempal.
Penggambaran dilakukan secara
stilasi serta gabungan tampak
samping dan depan. Hidung, bibir, dan kaki tampak samping,
sementara mata dan dada
tampak depan. Cara ini
digunakan untuk memaksimalkan
penggambaran watak dan
penampilan yang lengkap. Penggambaran watak dengan
cara perubahan bentuk ini
sangat berhasil.vaksesoris yang
dipakai menunjukkan seorang
punggawa kerajaan ddengan
posisi yang tinggi. 2. Apresiasi karya seni rupa
lainnya. a. Topeng jenis topeng bermacam-macam,
contohnya topeng betawi,
topeng cirebon, topeng jawa
tengah, topeng madura, topeng
bali, topeng dayak, topeng
asmat, toping-toping, & huda- huda, dan hudoq. b. wayang dan teater
boneka 1) wayang kulit. 2) wayang beber, wayang golek,
wayang suket, wayang potehi,
wayang wong, wayang klithik,
wayang sasak, dan wayang
banjar.
3) Sigale-gale, ondel-ondel, dan
ogoh-ogoh.
http://siswasekolah.wordpress.com/2011/03/23/apresiasi-karya-seni/
Now Playing:
